Dampak pandemi Covid yang terjadi beberapa bulan terakhir ini berdampak pada seluruh sektor kehidupan manusia secara global, termasuk sektor keolahragaan dan prestasi atlet pelajar. Atlet merupakan aset yang perlu dijaga performanya (kesehatan, kebugaran dan prestasi). Dalam kondisi pandemi tidak mungkin meningkatkan prestasi atlet. Hal yang dapat dilakukan adalah menjaga kondisi atlet agar prestasi yang dicapai sebelumnya tidak turun. Konsep latihan apabila seseorang telah mencapai puncak maka kondisi akan menurun apabila berhenti berlatih. Cara menjaga performa atlet adalah dengan latihan kebugaran dan mempertahankan asupan makanan.

Indikator atlet bugar tergantung dari komponen daya tahan jantung dengan indikator tidak mudah lelah dan tidak mudah terengah-engah. Untuk mengukurnya bisa mengacu pada VO2Max (>30 MI/Kg/Menit) dan atau detak jantung istirahat kurang lebih 60 detik per menit. Komponen daya tahan kekuatan otot dilihat daru indikator otot tidak mudah lelah dan kuat menahan berat badan sendiri. Cara mengukurny dengan melakukan squad test berdiri 2 detik dilanjutkan jongkok 4 detik sebanyak 20 kali. Komponen kelentukan memiliki indikator bugar mudah bergerak, diukur dengan kemampuan mengangkat tungkai dari posisi terlentang lebih dari 45 derajat. Komponen bugar dari komposisi tubuh memiliki indikator berat badan proporsional. Ukuran umum presentase lemak tubuh putra pada rentang 15-20% sedangkan untuk putri berkisar 20-25%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *